BADAI TELAH BERLALU (7)

badai 1 6

Satu minggu sebelum lamaran, aku sibuk mempersiapkan apa saja yang harus diserahkan saat seserahan. Bagi orang Jawa, seserahan banyak mengandung simbol-simbol yang aku sendiri sebenarnya kurang tahu. Setelah konsultasi dengan teman-teman Wong Kendal yang berada di Yogya, maka barang saat penyerahan: seperangkat alat sholat dan Al Quran, cincin pernikahan, set perhiasan, busana wanita, pakaian dalam, […]

BADAI TELAH BERLALU (6)

badai 1 5

Setelah memperoleh gelar sarjana kehutanan, keinginan untuk menjadi sinder kehutanan malahan sirna. Keberhasilan dalam usaha bimbingan belajar dan bimbingan masuk perguruan tinggi, mengilhamiku untuk berusaha dalam bidang permebelan dengan bahan baku kayu  jati. Permintaan mebel kayu  jati meningkat dengan pesat terutama pasar ekspor. Liku-liku pembelian kayu   jati melalui lelang di Tempat Pengumpulan Kayu   (TPK) sudah […]

BADAI TELAH BERLALU (5)

badai 1 4

Kembali ke Yogya dengan jiwa dan pikiran kosong. Apakah kejadian tidak bayar SPP seperti yang pernah terjadi kala di SMA akan terulang kembali? Apakah ada malaikat penolong lagi? Hampir selama dua bulan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Kalau ke kampus, hanya satu tujuan ke pepustakan, aku telah menerima surat peringatan yang ketika […]

BADAI TELAH BERLALU (4)

badai 1 3

Esok malamnya, aku dan Simbok diundang ayah Dewi. Simbok kaget dipangggilnya karena datangnya harus bersamaku. Aku hanya mengira-ngira pasti ini ada hubungannya dengan Dewi. “Ada apa ya …., Ndoro Sinder ngundang Simbok sama kamu.” “Juno ya… nggak tahu.” Malamnya, aku bersama Simbok ke PG Cepiring dengan berboncengan sepeda. “Simbok, Juno, mari masuk.” Kata ibu Dewi. […]

BADAI TELAH BERLALU (3)

badai 1 2

Tidak dipungkiri Dewi itu memang cantik, banyak kumbang jantan berebut untuk dapat  menggandengnya setelah pisah dengan Bima.   Pada semester empat, Pandu murid baru kelas tiga IPA  pindahan dari Jakarta telah menggandengnya. Pandu anak salah satu pejabat  PG Cepiring. Anaknya gagah, tinggi, putih kekuningan, punya hidung agak mancung, rahang persegi, rambutnya di potong pendek, sedikit berombak. […]

BADAI TELAH BERLALU (2)

badai 1 1

Hari-hari menyenangkan menyertaiku. Berangkat sekolah pagi hari setelah Simbok berangkat kerja sebagai pembantu. Aku hampir tidak pernah  sarapan, hanya minum beberapa teguk air kendi atau  paling-paling makan dua  ruas tebu. Di dapur memang tersedia tumpukan tebu yang aku ambil dari kebun milik pabrik.  Menurut Simbok makan tebu itu baik untuk menguatkan gigi dan menahan lapar. […]

BADAI TELAH BERLALU (1)

badai

“Hai Juno, mana pendampingmu?” “Hai Mawar, aku datang sendiri.” “Hai Juno, mana istrimu.” “Hai Dul, aku datang sendiri.” “Hai Juno, mana Dewi?” “Hai Citra.” Kala itu, reuni perak SMA Cepiring diselenggarkan di Candi Gedong Songo. Cukup banyak yang datang, acaranya pun sebenarnya cukup meriah. Tapi aku hanya duduk saja melihat berbagai acara tanpa ikut dalam […]

Malaikat Keempat

Kini, usiaku  telah menginjak 67 tahun. Keinginan untuk jumpa dengan  Dewi  dan Putri  serta  teman- teman satu angkatan mengalahkan fisikku yang telah renta. Apalagi ini merupakan reuni pertamaku. Lima puluh tahun tidak ketemu, waktu yang begitu lama. Aku ingin menatap wajah mereka berdua yang pernah mengisi relung hatiku.

Sepenggal Catatan

Kata orang, masa remaja merupakan masa paling indah. Mungkin benar tapi tidak sepenuhnya bagiku. Keindahannya hanya sempat aku nikmati sampai dengan pertengahan kelas dua SMA. Selebihnya, sungguh menyakitkan.