IKASMAN1K: Altruisme, Modalitas, dan Sinergitas
Beberapa bulan lalu sejumlah orang lulusan SMA Negeri 1 Kendal (SMAN1K) berkumpul untuk merencanakan kegiatan reuni akbar dan mendirikan organisasi Ikatan alumni. Menurut salah satu orang yang terlibat disitu, kegiatan reuni akbar serta didirikannya organisasi tersebut bertujuan untuk merekatkan benang persaudaraan lulusan SMAN1K lintas angkatan. Sungguh elok, oleh sebab itu kita perlu beri apresiasi setinggi-tingginya pada mereka yang telah menggagas dua agenda itu.
Kegiatan reuni akbar berjalan sukses, dihadiri ratusan alumni lintas angkatan, bahkan senarai acara juga dibuka langsung oleh mas Dico, Bupati Kendal. Dalam rentetan kegiatan reuni akbar, ideas didirikannya organisasi Ikatan alumni kembali digaungkan, menangkap gagasan tersebut para alumni yang hadir sontak sumringah sekaligus memberi dukungan positif. Singkat kata organisasi Ikatan alumni SMAN1K (IKASMAN1K) pun akhirnya resmi berdiri.
Melalui rapat serta perdebatan yang cukup pelik, Bondan (alumni SMAN1K 2002) terpilih menjadi ketua IKASMAN1K. Bondan menjalankan amanah dengan baik, ia bergerak cepat laksana angin menyiapkan tim formatur, ditangan tim formatur dipilihlah sejumlah alumni SMAN1K dari berbagai angkatan untuk menjadi pengurus IKASMAN1K. Tugas berat nan mulia menanti alumni SMAN1K yang terpilih, karena itu idealnya mereka harus mulai memupuk komitmen supaya IKASMAN1K kedepan bisa berjalan secara struktural fungsional (baca:Emille Durkheim) sesuai dengan apa yang telah direncanakan para pengagasnya.
Sebagai lulusan SMAN1K 2004, saya turut bangga atas lahirnya IKASMAN1K. Saya juga ucapkan tahniah pada Rakanda Bondan telah dikukuhkan sebagai ketua IKASMAN1K. Apa saja harapan saya terhadap IKASMAN1K? Pertama, IKASMAN1K mesti berwatak altruisme. Altruisme merupakan satu terminologi yang mencuat dalam percakapan akademik khususnya bidang etika. Altruisme ialah satu teori etika dimana perilaku atau tindakan baik itu yang mampu mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan umat (rela berkorban). Sebagai asumsi awal (longgar untuk diperdebatkan), organisasi yang dapat dikategorikan berwatak altruisme misal Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Demi kemajuan, IKASMAN1K perlu belajar perihal etika altruisme kepada dua organisasi besar bernafas Islam tersebut.
Kedua, IKASMAN1K mesti menjadi episentrum modalitas bagi semua alumni dan masyarakat Kendal. Pierre Bourdie, sosiolog kontemporer, pada bukunya “Bahasa dan Kekuasaan Simbolik” menulis modalitas ialah elemen-elemen krusial yang harus seseorang miliki jika ingin adaptif terhadap praktik sosial. Unsur-unsur modalitas yang dimaksud antara lain knowledge, culture, teologi, ekonomi, dan net working. Lima modalitas tersebut dapat disuntikan lewat kegiatan yang bersifat pengembangan diri seperti seminar, workshop, lokakarnya, dan lainnya. Sebab itu, supaya alumni dan masyarakat Kendal memiliki modalitas IKASMAN1K perlu rutin menggelindingkan kegiatan-kegiatan pengembangan diri.
Ketiga, IKASMAN1K mesti merangkul bersinergi pada ‘trias politica’ (baca: Montescue). Konsep sinergitas yang saya maksud disini bukan hanya bekerjasama lalu mengamini setiap kebijakan yang ditelorkan ‘trias politica’, akan tetapi jauh dari pada itu IKASMAN1K mesti menjadi watch dog (pengawas) agar muncul alternatif-alternatif kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat. Untuk mendukung konsep sinergitas yang saya utarakan kata kuncinya adalah seluruh stakeholder IKASMANIK perlu memperkuat literasi politik yang berbasis pada akal sehat dan argumentasi.
Harapan-harapan yang saya lempar mustahil terealisasikan bila hanya dikerjakan oleh ketua IKASMAN1K. Kendati demikian, meminjam adagium William James, intelektual Amerika, “will to believe”, harapan-harapan itu niscaya mudah terwujud bila semua yang terlibat dalam IKASMANIK saling rangkul bekerjasama untuk mewujudkannya. Hal itu sebagaimana dikatakan seorang bijak “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul” yang bermakna cita-cita dan pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan serta terwujud jika dikerjakan bersama-sama.
Soekarno, bapak bangsa, dalam podium pernah bertutur dengan lantang “ratusan bebek berjalan ditanah becek, satu Garuda terbang tinggi melangit menembus horison”. Saya yakin semua alumni SMAN1K dan juga pengurus IKASMAN1K tidak akan menjadi ratusan bebek yang berjalan ditanah becek, namun menjadi satu Garuda terbang tinggi melangit yang mampu menembus horison. Sukses alumni SMAN1K. Sukses pengurus IKASMAN1K. Selamat bertugas pengurus IKASMAN1K, SMAN1K menunggu pengabdian kalian. Salam.