Bakmi Kerabat dan Pelukan Ketua Suku
Pelukan, aku yakin teman-teman pernah merasakannya, apakah dari teman lama, saudara, anak atau bahkan cucu. Sepertinya, pelukan biasa saja tidak ada yang istimewa. Namun, pelukan itu mempunyai makna yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Aku sudah cerita sebelum ke Hotel Noormans, aku mampir ke BAKMI KERABAT, ingin membuktikan kenikmatannya sesuai cerita teman-teman yang telah datang sebelumnya.
Berangkat dari Kendal sekitar jam sebelasan bersama Mbak Wiwik dan Mbak Yuli ditambah dengan berbagai makanan dari singkong buatan Om Alex. Meski bertiga belum pernah ke BAKMI KERABAT namun dengan bantuan google map dan Mbak Wiwik yang setiap saat menelpon Mbak Nunuk aku tidak khawatir kesasar. Lokasi Bakmi Kerabat berada di Komplek Perumahan PERMATA PURI – NGALIYAN.
Ancer-ancer nya sebenarnya gampang depan Masjid.
Singkat cerita ketika sampai di tempatnya, Mbak Nunuk menatapku agak lama, akupun pun menatap matanya. Terlihat butiran air di matanya. Mungkin terharu, aku dari jauh, Bogor mau mampir di warungnya. Aku akan memeluk takut salah, aku “KALAH AWU”. Mbak Nunuk adalah Ketua Suku, atasanku. Setelah puas menatapku Mbak Nunuk memelukku cukup lama.
“Om Mbang Win, terima kasih telah datang ke tempatku.” Suara sangat pelan, mungkin menahan jatuhnya air mata . Aku pun membalas pelukannya. Sungguh pelukan yang tidak terlupakan.
BAKMI KERABAT sungguh lezat. Kata orang Ambon “ SEEENG ADA LAWAN”, kata orang Kendal “EUUNAK MENI RA…” . Apa yang diceritakan teman-teman yang telah menikmati Bakmi Kerabat benar 100%, apalagi ditambah segelas kopi hitam satu gelas.
Untuk temam-teman yang berada di Semarang dan Kendal bila belum merasakan BAKMI KERABAT akan rugi.
—————
Kebun Raya Residence F-23 Ciomas – Bogor. 29 Juni 2022